![]() |
| Siswa-siswi kelas VI SDN Sambiroto, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. (Foto: Dok/Ist). |
Sabdaguru, Rembang – Semangat Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera. Di SDN Sambiroto, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, siswa-siswi kelas VI membuktikan bahwa jiwa muda bisa diekspresikan melalui kreativitas yang peduli lingkungan. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sekolah ini menggelar peragaan busana bertema “Muda Mudi Kreatif dan Berkarya” dengan memanfaatkan berbagai barang bekas yang disulap menjadi kostum memukau.
Alih-alih membeli bahan baru, para siswa justru dibebaskan
berkreasi dari limbah di sekitar mereka. Plastik kemasan, kardus bekas,
keranjang tak terpakai, hingga botol minum kemasan bekas diubah menjadi gaun,
rompi, aksesori, dan berbagai busana unik. Kreativitas ini bukan sekadar unjuk
gaya, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga
lingkungan dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
Kepala SDN Sambiroto, Moh. Sakroni, S.Pd., M.A.P., menyampaikan
apresiasinya terhadap antusiasme para siswa. Menurutnya, kegiatan ini adalah
cara tepat untuk menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam konteks kekinian.
“Anak-anak perlu memahami bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan
hanya tentang sejarah masa lalu, tetapi tentang bagaimana mereka bisa
berkontribusi positif bagi bangsa, dimulai dari hal kecil seperti menjaga
lingkungan dan berani berkarya,” ujarnya saat ditemui di sela acara.
Senada dengan itu, guru kelas VI selaku pembina kegiatan
menjelaskan bahwa proses pembuatan kostum berlangsung selama beberapa hari
sebelumnya. Para siswa bekerja secara berkelompok, berdiskusi, dan saling
membantu mendesain busana dari bahan bekas.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi
menjadi kreator. Mereka diajak berpikir kritis memilih bahan, memadupadankan
warna, dan tampil percaya diri. Ternyata hasilnya di luar dugaan, banyak
ide-ide segar yang muncul,” tuturnya.
Peragaan busana berlangsung meriah. Dengan iringan musik dan
sorakan teman-teman sekelas, satu per satu siswa melenggang bak model
profesional di atas karpet sederhana yang disiapkan di halaman sekolah. Busana
dari plastik transparan, kardus yang dilukis, dan keranjang bekas yang
dirangkai menjadi rok semakin menarik perhatian. Penonton, termasuk guru dan
siswa dari kelas lain, memberikan tepuk tangan meriah.
Salah satu siswa kelas VI yang kerap di panggil Icha, mengaku
senang bisa ikut serta. Baginya, pengalaman ini mengajarkan banyak hal, mulai
dari kerja sama hingga keberanian tampil di depan orang banyak.
“Awalnya deg-degan, tapi setelah jalan di depan teman-teman
jadi seru. Ternyata barang bekas bisa jadi bagus kalau kita mau berusaha,”
akunya tersenyum.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Sumpah
Pemuda dapat dikemas secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan. SDN Sambiroto
tidak hanya mengenang momen bersejarah, tetapi juga menanamkan karakter peduli
lingkungan, jiwa kolaboratif, dan rasa percaya diri pada generasi penerus.
Semangat “Muda Mudi Kreatif dan Berkarya” pun terus bergema, mengingatkan bahwa
pemuda masa kini adalah penjaga bumi dan pencipta masa depan.
Penulis: Rifa Nugraha, M.Pd., guru SDN Sambiroto.
