![]() |
| UMKM dan Pegawai Bersatu dalam Semarak Kemerdekaan di BPOM |
Sabda Guru, Jakarta, 12 Agustus 2026 – Semangat HUT ke-81 Republik Indonesia terasa semakin kuat di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melalui Bazar Pegawai & UMKM yang digelar pada 10–12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan pegawai dan pelaku UMKM dalam satu ruang yang penuh aktivitas. Beragam produk ditampilkan dan ditawarkan kepada pengunjung, menciptakan suasana yang ramai sekaligus memperlihatkan keberagaman kreativitas peserta.
Kehadiran UMKM memberikan warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan. Produk yang ditampilkan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi representasi semangat untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi.
Sementara bagi pegawai, bazar menjadi kesempatan untuk mendukung usaha rekan kerja. Transaksi yang berlangsung menjadi bentuk sederhana dari semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala BPOM RI, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang memiliki semangat kolaborasi. Hubungan yang kuat di antara pegawai dapat menjadi fondasi dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi.
BPOM memiliki tugas penting dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan. Dalam menjalankan mandat tersebut, BPOM membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.
Pelaku usaha merupakan bagian penting dalam memastikan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Kepatuhan terhadap regulasi bukan hanya kewajiban, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen.
Masyarakat juga memiliki posisi strategis sebagai konsumen. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengenali dan memilih produk yang aman serta menggunakan obat dan makanan secara tepat.
Oleh sebab itu, fungsi komunikasi, informasi, dan edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perlindungan masyarakat. BPOM terus mendorong peningkatan literasi masyarakat agar konsumen semakin cerdas dalam memilih produk.
Semangat tersebut dapat ditemukan dalam kegiatan sederhana seperti bazar. Ketika pegawai, pelaku UMKM, dan konsumen bertemu, terjadi proses komunikasi yang secara tidak langsung memperkuat hubungan antara institusi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Bazar juga menjadi pengingat bahwa tugas BPOM memiliki dimensi yang luas. Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran bersama agar seluruh pihak memahami pentingnya keamanan dan mutu obat serta makanan.
Dalam suasana HUT ke-81 RI, pesan tersebut semakin relevan. Kemerdekaan dapat dimaknai dengan membangun masyarakat yang mandiri, produktif, sehat, dan memiliki pengetahuan yang memadai dalam melindungi dirinya.
Bagi pegawai BPOM, perayaan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Kebersamaan yang dibangun di luar rutinitas kerja diharapkan dapat memperkuat koordinasi ketika kembali menjalankan tugas masing-masing.
Bagi UMKM, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan produk dan membangun jejaring. Sementara bagi konsumen, bazar memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai produk sekaligus belajar menjadi konsumen yang lebih cerdas.
Dengan demikian, Bazar Pegawai & UMKM menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang memiliki makna lebih luas: menghidupkan ekonomi, mempererat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya produk yang aman dan bermutu.
