TUr8GfW6Tfd5Gpd9GfG6GpG9TY==
Sabda Guru
Update

Berbagi Kebahagiaan Lewat Padel, Khairuddin Adrinsyah Gagas Gerakan LENTERA KEBAIKAN

Ukuran huruf
Print 0

Dokumentasi foto (Sumber: Dock Pribadi)

Sabda Guru, Jakarta
– Popularitas olahraga padel yang terus meningkat di Indonesia tidak hanya menciptakan tren baru dalam gaya hidup sehat, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya berbagai kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Di tengah perkembangan tersebut, Khairuddin Adrinsyah melihat bahwa lapangan padel bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan juga menjadi ruang bertemunya banyak orang dengan latar belakang yang beragam.

Selama aktif mengikuti berbagai kegiatan padel, Khairuddin berkesempatan berinteraksi dengan banyak kalangan, mulai dari profesional muda, pelaku usaha, komunitas sosial, pegiat olahraga, hingga generasi muda yang memiliki semangat untuk terus berkembang. Dari pertemuan-pertemuan sederhana di sela pertandingan, ia menyadari bahwa olahraga mampu menciptakan suasana yang hangat sehingga percakapan dapat mengalir secara alami.

Tidak sedikit diskusi yang awalnya hanya membahas teknik bermain atau strategi pertandingan kemudian berkembang menjadi pembicaraan mengenai peluang usaha, kegiatan sosial, hingga berbagai gagasan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurut Khairuddin, momen-momen seperti inilah yang menjadi nilai lebih dari olahraga, karena mampu mempertemukan orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal menjadi sebuah jaringan yang saling mendukung.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Khairuddin kemudian menggagas sebuah gerakan bernama LENTERA KEBAIKAN. Gerakan ini lahir dengan semangat menjadikan olahraga sebagai titik awal untuk membangun kepedulian sosial, memperluas kolaborasi, sekaligus menciptakan peluang bagi masyarakat agar dapat berkembang bersama.

“Padel mempertemukan banyak orang. Dari situ saya melihat ada potensi yang jauh lebih besar. Bukan hanya membangun relasi, tetapi juga membangun kepedulian dan membuka kesempatan untuk berkolaborasi dalam berbagai bidang,” ujar Khairuddin.

Ia menjelaskan bahwa olahraga memiliki kemampuan menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang profesi, usia, maupun latar belakang. Di lapangan, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berinteraksi. Suasana yang santai dan penuh semangat sportif membuat komunikasi menjadi lebih terbuka sehingga berbagai ide dapat muncul secara spontan.

Melalui LENTERA KEBAIKAN, Khairuddin ingin menghadirkan sebuah wadah yang mampu menghubungkan semangat olahraga dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, gerakan ini tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pertandingan atau aktivitas olahraga, tetapi juga mendorong terciptanya berbagai program yang memberikan dampak nyata.

Salah satu perhatian utama gerakan tersebut adalah mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif. Khairuddin menilai masih banyak produk lokal yang memiliki kualitas baik, namun belum memperoleh akses promosi dan jejaring yang memadai.

“Banyak pelaku usaha kecil yang memiliki produk bagus, tetapi belum memiliki akses yang luas. Begitu juga banyak komunitas yang memiliki semangat untuk berbagi. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan semuanya sehingga bisa saling menguatkan,” katanya.

Menurut Khairuddin, kegiatan olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk lokal, memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan. Dalam setiap kegiatan yang nantinya diselenggarakan, ia berharap pelaku UMKM dapat ikut terlibat sehingga manfaat ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Selain aspek ekonomi, LENTERA KEBAIKAN juga diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial. Ke depan, gerakan ini diharapkan mampu menghadirkan program berbagi kepada masyarakat, kolaborasi dengan komunitas kemanusiaan, hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda agar lebih aktif dalam aksi sosial.

Khairuddin meyakini bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah sederhana. Sebuah pertandingan olahraga, misalnya, dapat menjadi awal lahirnya kerja sama baru, kegiatan sosial, bahkan kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang. Karena itu, ia berharap semakin banyak pihak yang bersedia bergabung dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

“LENTERA KEBAIKAN kami bangun sebagai gerakan yang terbuka untuk siapa saja. Kami ingin semua orang bisa mengambil peran, baik melalui olahraga, kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, maupun kolaborasi lain yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, Khairuddin berharap LENTERA KEBAIKAN dapat berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Dengan melibatkan komunitas olahraga, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat umum, ia optimistis gerakan tersebut mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan.

“Bagi saya, keberhasilan bukan diukur dari seberapa banyak orang yang datang bermain, tetapi dari seberapa banyak manfaat yang bisa lahir dari setiap pertemuan. Kalau dari satu lapangan padel bisa lahir kegiatan sosial, kolaborasi usaha, atau kesempatan bagi UMKM untuk berkembang, berarti kita sudah melakukan sesuatu yang bernilai. Saya berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak orang untuk bersama-sama menebarkan kebaikan,” tutup Khairuddin Adrinsyah.

Berbagi Kebahagiaan Lewat Padel, Khairuddin Adrinsyah Gagas Gerakan LENTERA KEBAIKAN
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin