![]() |
| Adinda Destia Citra, Mahasiswa Akuntansi Univeristas Pamulang. (Foto: Dok/Ist). |
Sabdaguru, Opini - Mengenal dunia PAUD selalu memberi kesan hangat karena di sinilah anak-anak mulai merasakan bahwa belajar bisa dilakukan tanpa tekanan. Di tempat ini, mereka bebas mengeksplorasi lingkungan, bermain dengan teman, dan mencoba berbagai hal baru sambil membangun rasa percaya diri. Banyak orang tua menganggap PAUD sebagai ruang aman pertama bagi anak, tempat awal mereka menemukan cara berinteraksi dengan dunia luar. Dengan pendekatan yang santai dan penuh warna, PAUD membantu anak melihat proses belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan sesuatu yang menegangkan atau membuat mereka merasa harus sempurna.
Dunia PAUD itu sebenarnya bukan cuma tentang kelas penuh warna atau mainan yang berjejer rapi. Lebih dari itu, PAUD adalah tempat pertama dimana anak-anak mulai mengenal “belajar” dengan cara yang paling alami: lewat bermain. Diusia dini mereka yang masih sangat muda, rasa ingin tahu sedang tumbuh-tumbuhnya, dan bermain menjadi jembatan yang pas untuk mengajak mereka menjelajahi banyak hal baru.
Di PAUD, anak tidak dipaksa untuk duduk diam sambal menghafal huruf atau angka. Justru, kegiatan belajar dirangkqai supaya mereka bisa bergerak, mencoba, bereksperimen, dan tentu saja… tertawa. Misalnya, saat mereka Menyusun balok, sebenarnya mereka sedang belajar konsep keseimbangan dan bentuk. Saat bermain peran sebagai dokter atau koki, mereka sedang memahami dunia sekitar sambal melatih kemampuan social. Bahkan Ketika mereka berebut mainan, itu juga bagian daari proses belajar berbagai dan mengontrol emosi.
Guru PAUD punya peran besar di balik “serius tapi santai” ini. Mereka merancang kegiatan yang kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya penuh tujuan pendidikan. Mulai dari melatih motorik halus lewat mewarnai, hingga mengasah kemampuan bahasa lewat bercerita. Semua dilakukan dengan pendekatan yang lembut, penuh kesabaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.
Yang menarik, anak-anak sering kali tidak sadar bahwa mereka sedang belajar. Mereka hanya merasa sedang bersenang-senang. Dunia PAUD memang didesain supaya belajar tidak terasa berat, melainkan menyenangkan dan membuat mereka ingin datang lagi keesokan harinya.
Pada akhirnya, PAUD bukan sekadar tempat menitipkan anak. Ini adalah tahap awal yang penting untuk membentuk fondasi karakter, kebiasaan, dan kemampuan dasar yang akan mereka bawa ke jenjang berikutnya. Di sinilah mereka belajar bagaimana berinteraksi, mengenal perasaan, mencoba hal-hal baru, dan membangun rasa percaya diri.
Perkembangan bahasa juga sangat diperhatikan di PAUD. Anak didorong untuk berbicara, bertanya, dan bercerita lewat berbagai kegiatan seperti menyanyi, membaca buku gambar, atau berdiskusi sederhana. Guru sering membacakan cerita dengan intonasi ekspresif agar anak tertarik mengikuti alurnya. Dari kebiasaan ini, kosakata anak bertambah, keberanian berbicara meningkat, dan kemampuan memahami instruksi semakin baik. Bahkan percakapan singkat antar teman di dalam kelas pun membantu mereka mengenali struktur bahasa. Tanpa disadari, kegiatan kecil seperti menyebut warna atau menceritakan gambar menjadi pondasi kuat bagi perkembangan literasi mereka.
Salah satu hal menarik dari dunia PAUD adalah fleksibilitas pendekatan pembelajarannya. Guru tidak terpaku pada buku atau lembar kerja, melainkan memanfaatkan benda-benda sederhana di sekitar anak untuk memperkenalkan konsep baru. Misalnya, belajar berhitung menggunakan biji-bijian, memahami warna dari daun dan bunga, atau mengenal sains dasar melalui percobaan sederhana dengan air. Anak diajak menyentuh, melihat, dan mengalami langsung proses belajar sehingga rasa ingin tahu mereka tumbuh secara alami. Pendekatan seperti ini membuat anak merasa bahwa dunia adalah ruang penuh keajaiban yang siap dieksplorasi setiap hari.
Di balik seluruh keceriaan itu, guru PAUD memiliki peran besar dalam membentuk suasana belajar yang positif. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga memahami emosi anak, mengetahui kapan anak perlu bersandar, dan kapan ia perlu diberi kebebasan. Pendekatan personal seperti ini membantu anak merasa aman secara emosional. Guru juga bekerja sama dengan orang tua untuk memantau perkembangan anak, memastikan kebutuhan mereka terpenuhi di rumah maupun di sekolah. Dengan kolaborasi yang baik, perkembangan anak dapat didukung secara menyeluruh. Hubungan hangat antara guru, anak, dan orang tua membuat lingkungan PAUD terasa seperti keluarga kedua.
Pada akhirnya, dunia PAUD adalah tempat di mana proses belajar pertama kali terasa sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Melalui berbagai aktivitas yang dikemas dengan kreatif, anak membangun dasar pengetahuan, kemampuan sosial, perkembangan fisik, dan kepercayaan diri. Mereka belajar bahwa mencoba hal baru adalah sesuatu yang seru, bukan sesuatu yang menakutkan. Lingkungan yang hangat membuat mereka berani bertanya, bereksplorasi, dan mengekspresikan diri. Semua pengalaman ini menjadi landasan penting saat mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Dengan fondasi kuat dari PAUD, anak melangkah menuju masa depan dengan hati yang ringan, penuh rasa ingin tahu, dan kesiapan untuk belajar sepanjang hidup. Pengalaman awal yang positif ini membantu mereka tumbuh sebagai individu percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan yang baru di masa depan.
Jadi, kalau kita melihat anak PAUD yang sedang asyik bermain, jangan salah sangka. Mereka bukan hanya bermain mereka sedang belajar dengan cara terbaik yang bisa diberikan pada usia mereka. Dunia PAUD memang istimewa: tempat di mana belajar terasa seperti bermain, dan bermain justru menjadi awal dari proses belajar itu sendiri.
*) Penulis adalah Adinda Destia Citra, Mahasiswa Akuntansi Univeristas Pamulang.
