TUr8GfW6Tfd5Gpd9GfG6GpG9TY==
Sabda Guru
Update

Cara Menggunakan Jangka Sorong dengan Contoh

Ukuran huruf
Print 0

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Contoh Terlengkap

Jangka sorong adalah alat ukur yang sangat penting dalam berbagai bidang teknik, ilmu pengetahuan, dan industri. Alat ini digunakan untuk mengukur panjang, diameter, ketebalan, atau kedalaman suatu benda dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan penggaris biasa. Meskipun terlihat sederhana, cara membaca jangka sorong bisa menjadi tantangan bagi pemula. Namun, dengan memahami bagian-bagian utama dan langkah-langkah penggunaannya, siapa pun dapat menguasainya dengan mudah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana cara membaca jangka sorong dengan contoh yang jelas. Kami juga akan menjelaskan bagian-bagian penting dari alat ini, seperti skala utama dan skala nonius (vernier), serta cara menghitung hasil pengukuran secara tepat. Tidak hanya itu, kami juga akan memberikan contoh penerapan praktis agar Anda dapat langsung mempraktikkannya di lapangan.

Selain itu, kami akan memberikan tips dan trik untuk memastikan pengukuran yang akurat dan efisien. Artikel ini dirancang untuk membantu siswa, pelajar, maupun profesional yang ingin meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan jangka sorong. Dengan panduan yang jelas dan contoh yang mudah dipahami, Anda akan mampu menguasai teknik ini dalam waktu singkat.

Apa Itu Jangka Sorong?

Jangka sorong, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Vernier Caliper, adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dimensi suatu objek dengan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan alat ukur lainnya seperti mistar atau penggaris. Alat ini sering digunakan dalam bidang teknik, manufaktur, dan laboratorium karena kemampuannya dalam mengukur ukuran kecil hingga mikrometer.

Jangka sorong memiliki dua skala utama, yaitu skala utama dan skala vernier (nonius). Skala utama biasanya menunjukkan satuan sentimeter atau milimeter, sedangkan skala vernier memungkinkan pengukuran lebih detail hingga pecahan milimeter. Hal ini membuat jangka sorong menjadi alat yang sangat berguna dalam pengukuran presisi tinggi.

Ada dua jenis jangka sorong yang umum digunakan, yaitu jangka sorong analog (manual) dan jangka sorong digital. Jangka sorong analog memiliki desain sederhana dan masih sering digunakan di sekolah-sekolah, sementara jangka sorong digital menawarkan pembacaan otomatis yang lebih cepat dan akurat.

Bagian-Bagian Pada Jangka Sorong

Untuk memahami cara membaca jangka sorong, penting untuk mengetahui bagian-bagian utamanya. Berikut adalah beberapa komponen penting pada jangka sorong:

  1. Pengunci
    Pengunci berfungsi untuk mengunci posisi rahang agar tidak bergerak selama proses pengukuran. Ini membantu memastikan bahwa pengukuran tetap akurat dan tidak terganggu oleh pergeseran rahang.

  2. Rahang Tetap
    Rahang tetap adalah bagian yang tidak bergerak dan digunakan sebagai titik referensi saat mengukur. Biasanya terletak di sebelah kiri jangka sorong.

  3. Rahang Geser
    Rahang geser adalah bagian yang dapat digeser untuk mengapit objek yang akan diukur. Rahang ini biasanya terletak di sebelah kanan jangka sorong dan dapat bergerak sesuai kebutuhan.

  4. Rahang Luar
    Rahang luar terdiri dari rahang geser dan rahang tetap yang digunakan untuk mengukur diameter luar atau sisi bagian luar benda. Misalnya, untuk mengukur tebal logam atau diameter pipa.

  5. Rahang Dalam
    Rahang dalam digunakan untuk mengukur diameter dalam atau sisi bagian dalam benda. Contohnya, untuk mengukur diameter lubang atau celah.

  6. Depth Probe (Pengukur Kedalaman)
    Depth probe adalah bagian yang terletak di ujung jangka sorong dan digunakan untuk mengukur kedalaman suatu benda. Misalnya, untuk mengukur kedalaman lubang atau celah.

  7. Skala Utama
    Skala utama biasanya terletak di bagian bawah jangka sorong dan menunjukkan satuan centimeter (cm) atau milimeter (mm). Skala ini merupakan dasar pengukuran dan digunakan untuk menentukan nilai utama sebelum memperhatikan skala vernier.

  8. Skala Nonius (Vernier)
    Skala nonius atau vernier terletak di bagian atas jangka sorong dan digunakan untuk menunjukkan pengukuran lebih detail. Panjang 10 garis skala nonius sama dengan 9 mm, sehingga setiap garis menunjukkan 0,9 mm. Dengan demikian, skala nonius memungkinkan pengukuran hingga 0,01 mm.

Bagaimana Cara Membaca Jangka Sorong yang Tepat?

Cara membaca jangka sorong tidak terlalu sulit jika Anda memahami langkah-langkahnya. Berikut adalah panduan lengkap untuk membaca jangka sorong dengan benar:

  1. Pastikan Benda Bersih
    Sebelum mulai mengukur, pastikan permukaan benda yang akan diukur bersih dan tidak ada debu atau kotoran yang mengganggu pengukuran.

  2. Atur Rahang Sesuai Benda
    Letakkan benda yang akan diukur antara rahang tetap dan rahang geser. Pastikan rahang sudah cukup rapat tanpa terlalu kencang agar tidak merusak benda atau mengganggu akurasi pengukuran.

  3. Kunci Rahang dengan Pengunci
    Setelah benda sudah berada di antara rahang, gunakan pengunci untuk menjaga posisi rahang agar tidak bergeser selama pengukuran.

  4. Baca Skala Utama
    Cari angka yang ditunjukkan oleh skala utama sebelum angka nol dari skala nonius. Angka ini menunjukkan nilai utama pengukuran.

  5. Baca Skala Nonius
    Lihat garis pada skala nonius yang sejajar dengan garis pada skala utama. Angka tersebut menunjukkan pengukuran tambahan yang lebih detail.

  6. Hitung Hasil Akhir
    Jumlahkan angka dari skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil akhir pengukuran. Misalnya, jika skala utama menunjukkan 1,1 cm dan skala nonius menunjukkan 0,065 cm, maka total pengukuran adalah 1,165 cm.

Contoh Penerapan Membaca Jangka Sorong

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah beberapa contoh penerapan cara membaca jangka sorong:

Contoh 1

Pada gambar, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang sebuah paku. Skala utama menunjukkan 1,1 cm (atau 11 mm). Garis sejajar antara skala utama dan skala nonius terletak pada angka 6, sehingga nilai skala nonius adalah 0,065 cm (atau 0,65 mm). Total pengukuran adalah 1,165 cm (atau 11,65 mm).

Contoh 2

Pada contoh kedua, jangka sorong digunakan untuk mengukur benda lain. Skala utama menunjukkan 10 cm (atau 100 mm). Garis sejajar antara skala utama dan skala nonius terletak pada angka 2, sehingga nilai skala nonius adalah 0,02 cm (atau 0,2 mm). Total pengukuran adalah 10,02 cm (atau 100,2 mm).

Dengan memahami cara membaca jangka sorong seperti ini, Anda dapat melakukan pengukuran dengan akurasi tinggi dan meminimalkan kesalahan.

Tips dan Trik Membaca Jangka Sorong

Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda membaca jangka sorong dengan lebih baik:

  • Perhatikan Skala Nonius dengan Teliti
    Skala nonius sering kali menunjukkan angka yang kecil, jadi pastikan untuk memperhatikan dengan cermat agar tidak salah membaca.

  • Gunakan Cahaya yang Cukup
    Pastikan area pengukuran terang agar Anda dapat melihat garis-garis skala dengan jelas.

  • Latihan Rutin
    Semakin sering Anda berlatih, semakin cepat dan akurat Anda akan menjadi dalam membaca jangka sorong.

  • Gunakan Alat Bantu Jika Diperlukan
    Jika Anda kesulitan melihat garis-garis skala, gunakan kaca pembesar atau alat bantu lainnya untuk memperjelas penglihatan.

  • Bersihkan Alat Setelah Digunakan
    Setelah selesai mengukur, bersihkan jangka sorong dengan kain lembut untuk menjaga kebersihan dan ketahanan alat.

Manfaat Menggunakan Jangka Sorong

Jangka sorong memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penggunaan jangka sorong:

  • Akurasi Tinggi
    Jangka sorong mampu mengukur ukuran dengan presisi hingga 0,01 mm, membuatnya ideal untuk pengukuran yang membutuhkan akurasi tinggi.

  • Fleksibel dalam Penggunaan
    Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur berbagai jenis benda, termasuk diameter luar, dalam, tebal, dan kedalaman.

  • Mudah Digunakan
    Meskipun terlihat rumit, jangka sorong memiliki desain yang sederhana dan mudah dipahami, terutama setelah Anda memahami cara membacanya.

  • Efisien dalam Pengukuran
    Dengan pengukuran yang cepat dan akurat, jangka sorong dapat menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan teknis.

  • Digunakan dalam Berbagai Industri
    Jangka sorong digunakan dalam industri manufaktur, konstruksi, teknik mesin, dan laboratorium, sehingga menjadi alat yang sangat penting dalam dunia kerja.

Kesimpulan

Jangka sorong adalah alat ukur yang sangat berguna dalam berbagai bidang teknik dan ilmu pengetahuan. Dengan memahami cara membaca jangka sorong, Anda dapat melakukan pengukuran dengan akurasi tinggi dan efisiensi yang optimal. Dari bagian-bagian utama hingga langkah-langkah penggunaannya, semua aspek penting telah dijelaskan secara rinci dalam artikel ini.

Dengan latihan rutin dan pemahaman yang baik, Anda akan mampu menguasai penggunaan jangka sorong dengan mudah. Jangan ragu untuk mencoba mengukur berbagai benda di sekitar Anda, dan amati perbedaan hasil pengukuran yang Anda dapatkan. Semakin sering Anda berlatih, semakin percaya diri dan mahir Anda akan menjadi dalam menggunakan alat ini.

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut tentang cara membaca jangka sorong atau materi lainnya, pertimbangkan untuk mengikuti kelas bimbingan belajar atau kursus online. Dengan bimbingan yang tepat, Anda akan mampu meningkatkan keterampilan teknis dan mempersiapkan diri untuk berbagai ujian atau pekerjaan teknis.

Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin