
Foto bersama usai kegiatan Penilaian Potensi dan Kompetensi Calon Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Sabda Guru, Jakarta,
27 April 2026
– Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia merupakan instansi pemerintah
yang memiliki peran strategis dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di
bidang transmigrasi, guna mendorong pemerataan pembangunan, pengembangan
kawasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah
Indonesia.
Dalam rangka memperkuat kualitas kepemimpinan dan mendukung penerapan sistem merit, Kementerian Transmigrasi menyelenggarakan Penilaian Potensi dan Kompetensi untuk Calon Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama melalui Balai Penilaian Kompetensi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum.
Kegiatan
ini dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 27–28 April 2026, bertempat di
Balai Penilaian Kompetensi, Jakarta Selatan, dengan jumlah peserta sebanyak 12
(dua belas) orang yang seluruhnya hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Pelaksanaan
penilaian potensi dan kompetensi ini merupakan tahapan strategis dalam
mendukung penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya
dalam menghasilkan pimpinan tinggi yang memiliki kompetensi manajerial, sosial
kultural, serta potensi kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Kegiatan
penilaian potensi dan kompetensi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum, Apri Artoto, S.T.,
M.P.P.M., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen ini
merupakan implementasi nyata sistem merit dalam manajemen ASN yang bertujuan
untuk memastikan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kualifikasi,
kompetensi, dan kinerja secara objektif.
Sekretaris
Jenderal Kementerian Transmigrasi, Dr. Edy Gunawan, S.E., M.M., dalam
sambutannya menyampaikan bahwa proses asesmen ini tidak hanya merupakan bagian
dari tahapan seleksi, melainkan juga sebagai instrumen penting dalam membangun
kepemimpinan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan visioner.
Lebih
lanjut disampaikan bahwa Kementerian Transmigrasi saat ini tengah berada dalam
fase transformasi yang menuntut hadirnya pimpinan yang mampu beradaptasi
terhadap perubahan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi kebijakan
yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Penilaian
dilaksanakan secara independen oleh Balai Penilaian Kompetensi Kementerian
Pekerjaan Umum melalui berbagai metode, antara lain psikometri, case
analysis, in-tray exercise, diskusi kelompok (leaderless group
discussion), serta wawancara berbasis kompetensi.